Pada masa jahiliyah, sebelum Rasulullah SAW. Di utus ke muka bumi, derajat wanita begitu hina. Wanita hanya menjadi pemuas nafsu belaka. Jika sang suami mati, maka para istri diwariskan kepada anggota keluarga lainnya. Mereka juga diperjual-belikan, dijadikan barang dagnagn, bahkan dianggap sebagai roh jahat. Ketika melahirkan , mereka dinilai sebagai aib yang memalukan kekeluarga.
Muhammad SAW. Diurus untuk merubah tradisi ini dan mengangkat derajat wanita setara laki-laki. Islam datang kedunia memberikan angin segar bagi wanita, karena Islam mengembalikan kehoramatan, harga diri, dan hak hak kaum hawa pada setiap masa hidupnya; mula dari masa kanak-kanak yang tidak yang tidak boleh di bunuh dan tidak dianggap roh jahat; masa remaja yang tidak dijadikan pemuas nafsu belaka; dewasa yang tidak boleh dijual belikan; dan masa tua yang tidak boleh dinjak-injak kehormatannya. Ini berarti Islam mengangkat derajat wanita ke tingkat yang sangat istimewa. Islam juga menganjurkan kaum pria memperlakukan wanita dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Rasulullah SAW bersabda :
“Perlakukan kaum wanita dengan baik”
Walhasil, dalam pandangan islam, wanita sama saja dengan laki-laki. Sehingga tidak perlu dan tidak benar jika ada istilah emansipasi wanita, karena emansipasi wanita itu diperlukan ketika tidak ada kesetaraan . sementara dalam Islam Kesetaraan laki-laki dan perempuan itu sudah diakui dan dijamin langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Namun satu hal yang perlu di catat, meskipun sudah sederajat dengan laki-laki, hak kaum hawa dan kaum adam tetap punya perbedaan secara fotrah. Wanita selamanya tidak bisa menjadi laki-laki dan merebut haknya, begitupun sebaliknya. Allah SWT berfirman :
Artinya : “Dan jangan lah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu, lebih banyak dari sebagian yang lain (karena) ‘ bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan’. Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu”. (An-Nisa’ : 32)
Lanjutan dari :
Wanita yang mempesona